top of page
Search

Kamu Tidak Sendiri: Mengapa Kita Susah Fokus di Zaman Ini



Mari berhenti sejenak dan coba untuk tanyakan hal ini kepada diri kita sendiri: apakah belakangan ini rasanya sulit untuk berkonsentrasi? Kapan terakhir kali kamu berhasil menamatkan sebuat buku? Berapa banyak pikiran yang bisa muncul dalam satu waktu? Kesulitan untuk fokus dan mempertahankannya dalam waktu tertentu nampaknya sudah menjadi isu yang sering kita temui.


Setiap notifikasi yang muncul, video dengan durasi pendek, iklan, dan scrolling yang tidak ada habisnya mengajarkan otak kita untuk terus menerus mencari sesuatu yang baru dibandingkan mempertahankan fokus. Seiring berjalannya waktu, fokus kita mudah terpecah karena gawai kita lebih sering digunakan untuk menikmati konten dengan peralihan yang cepat dibandingkan fokus mendalam. Hal ini kemudian diperkuat dengan rewards yang diberikan oleh media sosial (ketika teman menyukai post kita, jumlah engagement yang ditampilkan oleh aplikasi, serta pengetahuan yang up-to-date) membuat rasanya sulit untuk lepas. Padahal riset menunjukkan bahwa interupsi yang kita alami di dunia digital dapat mempersingkat attention span dan butuh waktu lama untuk kembali ke tugas yang kita sedang lakukan ketika kita terdistraksi. 


Lebih jauh lagi, dunia yang terus menerus bergerak secara cepat dan berbagai tuntutan yang kita miliki tak jarang mengundang stress. Dalam kondisi tersebut, otak kita lebih memprioritaskan bagaimana caranya untuk bertahan yang membuat berkurangnya kapasitas otak untuk melakukan aktivitas kognitif seperti perencanaan, belajar, kreativitas, dan mempertahankan fokus. Jika saat ini kamu sedang dihadapi dengan tuntutan kuliah, permasalahan organisasi, pertemanan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya maka wajar rasanya sulit untuk fokus. Lingkaran setan kemudian bisa saja muncul karena kesulitan fokus kemudian menambah stress yang sedang kita alami.


Dengan mudahnya akses yang kita punya untuk kehilangan fokus, lalu apa yang bisa dilakukan?

  1. Mengurangi interupsi digital seperti mematikan notifikasi aplikasi yang kurang esensial, memiliki waktu tertentu untuk membuka sosial media atau aplikasi lainnya, meletakkan gawai di luar jangkauan mata saat mengerjakan tugas yang membutuhkan fokus


  2. Meningkatkan kualitas tidur untuk membantu otak mengembalikan kembali fungsi kognitif dan bersiap untuk melakukan kegiatan kognitif di esok harinya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memiliki jadwal tidur yang konsisten, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein, dan mengusahakan untuk tetap beristirahat di tengah situasi berat


  3. Meregulasi stres yang dapat dilakukan dengan melakukan relaksasi, menetapkan batasan yang realistis, menjadwalkan waktu untuk recovery dibandingkan terus menerus produktif, dan mencari dukungan sosial atau profesional jika diperlukan


  4. Melindungi kegiatan yang membutuhkan fokus mendalam dari distraksi. Hal ini dapat dilakukan dengan mematikan notifikasi, menjadwalkan 60-90 menit terbebas dari gawai, beristirahat sejenak sebelum berkegiatan, serta mengkomunikasikan kepada teman atau keluarga bahwa dalam beberapa waktu ke depan akan sulit untuk dihubungi


Otak kita sangat lah adaptif terhadap lingkungan dan keseharian yang kita bentuk. Dengan memahami apa saja hal yang mempengaruhi fokus kita, maka kita bisa mencoba untuk meningkatkan fokus dengan mengubah kondisi tersebut.


Dibuat oleh: Shafira Fawzia A., M.Psi, Psikolog


Referensi:

Mate, G. (2019). Scattered Minds: The Origins and Healing of Attention Deficit Disorder (Ed. 1). London: Penguin Random House.

Johann H. (2022). Stolen Focus: Why You Can’t Pay Attention. London: Bloomsbury Publishing

Mark, G., Gudith, D., & Klocke, U. (2008). The Cost of Interrupted Work: More Speed and Stress. Proceedings of the SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems.



 
 
 

Comments


Pelayanan Konseling Klinik Satelit UI

Gedung Klinik Satelit Makara UI Lt. 3

Jl. Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro (Depan Fakultas Teknik UI)

Jam Operasional : 08.00 - 16.00

Email: konseling.satelitmakara@gmail.com

Phone: 0852 1000 1514

Subscribe untuk Dapatkan Update Terbaru

© 2018Layanan Konseling Makara Universitas Indonesia

bottom of page