top of page
Search

Homesickness 101: Ketahui Cara Mengatasi Homesickness Agar Menjadi Kekuatan di Kampus!

Writer: konselingmakarauikonselingmakaraui

Ilustrasi homesickness
Ilustrasi homesickness

Memasuki semester baru setelah berlibur panjang bersama keluarga dan teman-teman pasti akan membuat kita rindu dengan suasana tersebut saat kembali masuk kuliah. Baik itu berlibur ke luar kota, negeri, maupun di rumah saja, merupakan situasi yang berbeda dengan menghadiri kembali masa perkuliahan di Kampus. Dengan pergantian situasi seperti ini, apa lagi untuk para mahasiswa yang merantau, akan membuat kita sangat rindu dengan keluarga dan teman di Rumah. Situasi rindu dengan situasi ini disebut dengan homesickness.


Apa itu Homesickness?

Homesickness merupakan kondisi stress yang dialami oleh orang-orang yang sering meninggalkan rumah atau berada di lingkungan yang baru dan asing, dan mahasiswa rantau adalah orang-orang yang paling sering mengalami perasaan ini (Afrilia & Siregar, 2024). Dengan meninggalkan rumah dan terpisah dari lingkungan yang familiar untuk waktu yang lama guna menjalani perkuliahan, bisa itu dengan tinggal di kost-an atau apartemen, kita dapat terdampak oleh perasaan homesickness ini.


Faktor Penyebab terjadinya Homesickness

Menurut penelitian dari Mimah dan Suciptaningsih (2024), mahasiswa sering merasakan homesickness karena:


  1. Merindukan rumah,

  2. Merindukan teman,

  3. Merasa kesepian,

  4. Merindukan pacar,

  5. Adaptasi dengan lingkungan baru,

  6. Rasa takut karena adanya perbedaan budaya,

  7. Tekanan akademis,

  8. Kurangnya dukungan sosial.


Dengan faktor perpisahan dengan keluarga dan teman menjadi alasan utama yang menyebabkan homesickness. Melalui perpisahan dan meninggalkan rumah, hal ini dapat menyebabkan perasaan kehilangan dan kesepian yang mendalam pada mahasiswa, terutama mahasiswa rantau dari kota yang berbeda.


Dampak dari Homesickness

Homesickness dapat berdampak pada kesehatan mental mahasiswa, mempengaruhi proses pembelajaran di kampus, penarikan diri dari lingkungan sosial, serta perasaan gelisah pada 1

mahasiswa di periode perkuliahan (Normadiyani et al., 2024). Homesickness bisa menjadi serius, dimana kasus bunuh diri, depresi, kecemasan dan stress yang terjadi di kalangan mahasiswa seringkali diawali dengan perasaan homesickness (Mimah & Suciptaningsih, 2024).


Strategi Mengatasi Homesickness

Bila kamu sedang merasa homesick, kamu tidak perlu khawatir! Meskipun dampak yang diakibatkan dari perasaan ini bisa menjadi serius, berdasarkan riset dari Afrilia dan Siregar (2024), kamu bisa berusaha mengatasinya dengan:


  1. Bangun dukungan sosial di lingkungan kampus

    Membangun dukungan sosial di lingkungan baru atau di kampus adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatasi homesickness. Kamu bisa coba untuk bergabung dengan klub atau organisasi di kampus yang sesuai dengan minatmu. Dengan bergabung dengan itu, kamu dapat berkesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki minat yang sama denganmu dan juga itu dapat membuatmu untuk merasa lebih diterima oleh lingkungan baru.


  1. Memelihara komunikasi dengan keluarga dan teman di rumah

    Berbicara secara aktif dan rutin dengan keluarga dan teman dekat terbukti dapat memberikan kenyamanan emosional dan mengurangi perasaan terisolasi. Hal ini dapat kamu lakukan melalui teknologi modern (melakukan video call melalui aplikasi Zoom, FaceTime, atau WhatsApp).


  2. Menjaga rutinitas sehat

    Olahraga teratur, pola makan yang seimbang, juga memastikan tidur yang berkualitas dan cukup dapat membantu mengurangi stress dan meningkatkan mood dengan melepaskan hormon endorfin. Melalui rutinitas yang sehat, kamu dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap stress dan meningkatkan kesejahteraan diri secara keseluruhan.


  3. Mencari bantuan profesional

    Meminta bantuan dari konselor, pembimbing akademik, maupun psikolog yang tersedia di luar maupun dalam kampus dapat membantumu menghadapi homesickness, jika dirasa sudah mengganggu aktivitas sehari-harimu secara signifikan. Dari bantuan ini, kamu dapat mendapatkan insight mengenai solusi untuk strategi coping yang sesuai dan efektif bagi dirimu, dan juga dukungan emosional yang berkelanjutan.


  4. Mengembangkan kemandirian diri

    Melalui belajar mengelola keuangan, memasak, dan menyelesaikan tugas sehari-hari dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian dirimu. Kemampuan mengatur anggaran, menabung, memasak sendiri, serta manajemen waktu dan menyelesaikan pekerjaan rumah bisa memperkuat kemandirian dirimu sendiri. Dengan keterampilan ini, kamu bisa lebih siap menghadapi kehidupan di lingkungan baru.


Jadi, jika kamu ataupun teman di sekitarmu ada yang sedang merasa homesick, kamu bisa menerapkan langkah-langkah yang tertera di atas dan mengganti perasaan ini agar menjadi kekuatan di kampus!


Penulis

Azalia S F Nabila, B.A., S.Psi


Referensi

Afrilia, D., & Siregar, M. F. Z. (2024). Pengaruh Homesickness Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Rantau. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 2(1), 176-188.


Mimah, S. S., & Suciptaningsih, O. A. (2024). Pengaruh Homesickness Akut Terhadap Proses Adaptasi Dunia Perkuliahan Mahasiswa Baru Rantau. Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(6), 78-92.


Normadiyani, H., Apsari, D. Z., Rahma, A. A., Aulia, A. Z., Salsabilla, M. S., Rahayu, W., ... & Mardiah, R. (2024). Analisa Struggle Homesick saat Menjadi Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UNNES 2023. Jurnal Kultur, 3(1), 12-27.

 
 
 

Comments


Pelayanan Konseling Klinik Satelit UI

Gedung Klinik Satelit Makara UI Lt. 3

Jl. Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro (Depan Fakultas Teknik UI)

Jam Operasional : 08.00 - 16.00

Email: konseling.satelitmakara@gmail.com

Phone: 0852 1000 1514

Subscribe untuk Dapatkan Update Terbaru

© 2018Layanan Konseling Makara Universitas Indonesia

bottom of page